Menwa Mahabanten Gelar Seminar Nasional Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila di IAIN Serang

Menwa Mahabanten Gelar Seminar Nasional Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila di IAIN Serang

Resimen Mahasiswa  ·  Pendidikan Karakter  ·  Liputan Media

Menwa Mahabanten Gelar Seminar Nasional Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila di IAIN Serang

Dalam upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran etika, moral, serta wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda dan remaja di Kota Serang, Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahabanten kembali menyelenggarakan kegiatan ilmiah berskala nasional. Bertempat di aula kampus IAIN Serang pada hari Selasa, 19 Juli 2012, seminar nasional ini mengangkat tema krusial: "Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila". Artikel ini merangkum laporan mendalam dari pemberitaan Harian Banten Raya mengenai jalannya diskusi, pandangan para narasumber terkemuka, serta urgensi penanaman nilai ideologi negara di era globalisasi.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 180 peserta dari berbagai kalangan pelajar, mahasiswa, dan pemuda ini dirancang khusus untuk memperkuat pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai luhur Pancasila. Di tengah derasnya arus modernisasi dan keterbukaan informasi global, tantangan merosotnya standar moral serta etika berpolitik di kalangan generasi penerus bangsa menjadi agenda bersama yang harus segera diatasi.

Kehadiran Tokoh dan Tokoh Kunci Narasumber Nasional

Seminar nasional ini mendapat sambutan hangat dari berbagai institusi dan pimpinan daerah. Sekitar 180 peserta tumpah ruah memenuhi ruang sidang utama, didampingi oleh kehadiran sejumlah tokoh penting. Tampak hadir di barisan tamu undangan antara lain Komandan Menwa Mahabanten Nana Sukmana Kusuma, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten yang diwakili oleh Herry Mulyadi, SH selaku Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kasisten Korem 064/Maulana Yusuf Letkol Inf Drs. Sutanri Munawi, serta Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia Prof. Dr. Amrai Arief yang hadir sebagai narasumber utama.

Penyelenggaraan forum ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mendalam atas memudarnya pemahaman pemuda terhadap pilar-pilar dasar kehidupan bernegara. Globalisasi seringkali membawa pengaruh budaya instan yang membuat kaum muda mulai meragukan esensi moral, etika, dan nilai dasar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan Akademisi dan Militer: Membangun Karakter Kepemimpinan Pemuda

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Amrai Arief menegaskan bahwa berdasarkan pengalaman sosiologis, pemuda kerap melupakan pilar-pilar fundamental dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, untuk membawa perubahan positif bagi kemajuan negara, kapasitas seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat pendidikan formal atau latar belakang status sosial semata, melainkan sangat dipengaruhi oleh integritas lingkungan moral di sekitarnya.

"Memang tidak dipungkiri, hampir kebanyakan orang menganggap untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki keturunan dari keluarga yang berpolitik. Namun orang biasa juga bisa," ungkap Prof. Amrai di hadapan para peserta seminar.

Senada dengan pand tersebut, Letkol Inf Drs. Sutanri Munawi menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan momentum kebangkitan pergerakan pemuda Indonesia. Ia menyoroti fenomena di mana tingkat rasa ingin tahu remaja sangat tinggi, namun terkadang belum diimbangi dengan aksi nyata yang konstruktif bagi diri sendiri maupun bangsa, seperti mulai lupanya generasi muda terhadap pasal-pasal dalam UUD 1945.

"Para pemuda tidak perlu lagi melihat perkembangan negara lain, namun mereka harus mampu mengembangkan isi dari 4 pilar yang terdapat di negara Indonesia, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI." — Letkol Inf Sutanri Munawi

Agenda Rutin Pembinaan Karakter Bangsa

Sementara itu, perwakilan panitia penyelenggara, Usep Sopwanudin, menambahkan bahwa kegiatan seminar nasional ini merupakan program kerja dan agenda rutin yang secara konsisten diselenggarakan setiap tahun oleh Menwa Mahabanten. Kendati demikian, pelaksanaan pada tahun 2012 ini dikemas lebih luas dengan menghadirkan lintas jajaran pemangku kepentingan strategis guna memberikan pembekalan moral politik yang komprehensif kepada para pelajar dan mahasiswa.

"Dan lebih penting lagi, di kalangan pelajar pun harus ditanamkan jiwa etika dan moral politik yang berdasarkan pada Pancasila," imbuhnya menutup rangkaian diskusi yang diliput secara luas oleh media lokal Harian Banten Raya edisi Kamis, 19 Juli 2012, halaman 12.

Kesimpulan

Penyelenggaraan Seminar Nasional Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila oleh Menwa Mahabanten di IAIN Serang membuktikan bahwa komitmen kaum intelektual muda dalam merawat pilar kebangsaan tidak pernah surut. Penanaman nilai moral sejak dini menjadi fondasi utama dalam melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas.

Bagaimana pandangan Anda mengenai pentingnya pendidikan moral dan etika politik bagi generasi muda di tengah era digital saat ini? Sampaikan komentar, pandangan, serta tanggapan konstruktif Anda di kolom di bawah ini, dan bagikan artikel inspiratif ini kepada rekan-rekan Anda!

Massaputro Delly TP  ·  Catatan Birokrasi dan Penegakan Perda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar