Seminar Nasional Menwa Mahabanten Mengangkat Tema Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila

Seminar Nasional Menwa Mahabanten Mengangkat Tema Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila

Resimen Mahasiswa  ·  Wawasan Kebangsaan  ·  Seminar Nasional

Seminar Nasional Menwa Mahabanten Mengangkat Tema Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila

Di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang kerap menghadapi tantangan pergeseran nilai moral, upaya pembumian kembali dasar negara Kesatuan Republik Indonesia—Pancasila—menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Sebagai wujud nyata kecintaan terhadap tanah air dan tanggung jawab moral kaum intelektual muda, Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahabanten menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengusung tema pencerahan "Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila". Kegiatan akademik dan kebangsaan ini dilangsungkan di Aula Prof. Sjadeli Hasan IAIN "Sultan Maulana Hasanuddin" Banten pada tanggal 18 Juli 2012. Artikel ini menyajikan laporan komprehensif mengenai substansi seminar, pandangan para tokoh, serta urgensi penanaman empat pilar kebangsaan di kalangan generasi muda.

Acara seminar nasional yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan kader Resimen Mahasiswa ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga, Herry Mulyadi, SH, yang hadir mewakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten. Kehadiran berbagai elemen pemangku kepentingan dalam forum ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat karakter bangsa berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

Komitmen Menwa Mahabanten dan Kesadaran Bela Negara

Dalam sambutan pengantarnya, Komandan Resimen Mahasiswa Mahabanten, Nana Sukmana, menekankan arti penting peran strategis Resimen Mahasiswa khususnya, dan generasi muda pada umumnya, untuk senantiasa terdepan dalam melestarikan serta mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam asas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perubahan sosial politik yang begitu cepat menuntut keteguhan moral agar generasi muda tidak kehilangan arah identitas kebangsaannya.

"Bahwa bendera kita bukan Merah Putih lagi, tetapi sudah berubah menjadi abu-abu, sudah waktunya kitalah yang membuat dan mewarnainya kembali menjadi Merah Putih," tegas Komandan Menwa Mahabanten dalam orasinya yang membakar semangat peserta, menekankan urgensi kesadaran bela negara dan pemulihan nilai-nilai demokrasi Pancasila di tengah masyarakat.

Pentingnya Penanaman Empat Pilar Kebangsaan oleh Pemerintah Provinsi Banten

Sementara itu, Herry Mulyadi, SH saat memberikan sambutan pembukaan mewakili Pemerintah Provinsi Banten menyampaikan apresiasi yang tinggi dan rasa bangga atas kepedulian kaum muda yang senantiasa mengawal nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Di tengah berbagai tantangan zaman, konsistensi mahasiswa dalam merawat semangat kebangsaan patut diapresiasi.

"Perlu penanaman 4 pilar kebangsaan pada generasi muda, khususnya mahasiswa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam setiap aktivitas berbangsa dan bernegara," ujar beliau dalam arahannya. Keempat pilar ini dipandang sebagai tiang penyangga utama yang menjaga kokohnya bangunan keutuhan bangsa Indonesia dari berbagai potensi disintegrasi.

Sinergi Lintas Sektoral dan Pemaparan Narasumber Ahli

Seminar Nasional ini dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan para narasumber kredibel dari berbagai instansi strategis nasional dan daerah. Para pembicara yang membedah materi dari sudut pandang pertahanan, tata kelola pemerintahan, dan pengabdian alumni meliputi:

  • Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri: Memaparkan kebijakan nasional dalam penguatan wawasan kebangsaan dan ketahanan ideologi negara di era reformasi.
  • Komando Resort Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf Banten: Menjelaskan perspektif pertahanan negara serta peran strategis generasi muda dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dan pertahanan semesta.
  • Yayasan Alumni Menwa Angkatan XII: Berbagi pengalaman empiris mengenai pembentukan karakter kepemimpinan berdisiplin tinggi serta pengamalan dharma bakti alumni Menwa di berbagai sektor pembangunan bangsa.
"Aktualisasi moral dan etika politik dalam demokrasi Pancasila menuntut integritas penyelenggara negara dan kesadaran kritis warga negara yang berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan."

Kesimpulan

Seminar Nasional "Aktualisasi Moral dan Etika Politik Demokrasi Pancasila" yang diinisiasi oleh Menwa Mahabanten pada Juli 2012 telah sukses memberikan pencerahan intelektual sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan di kalangan mahasiswa. Pemahaman mendalam mengenai empat pilar kebangsaan dan etika politik berlandaskan Pancasila menjadi benteng moral yang kokoh bagi generasi muda penerus estafet kepemimpinan bangsa.

Bagaimana pandangan Anda mengenai pentingnya penguatan moral dan etika politik berlandaskan Pancasila dalam kehidupan berbangsa saat ini? Sampaikan komentar, pandangan, serta tanggapan konstruktif Anda di kolom di bawah ini, dan bagikan artikel informatif ini kepada rekan-rekan Anda!

Massaputro Delly TP  ·  Catatan Birokrasi dan Penegakan Perda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar