Pengabdian Praja Utama IPDN Angkatan XXVI di Pandeglang Pasca Tsunami Selat Sunda

Pengabdian Praja Utama IPDN Angkatan XXVI di Pandeglang Pasca Tsunami Selat Sunda

Pendidikan Kedinasan & Pengabdian Masyarakat  ·  Pandeglang

Pengabdian Praja Utama IPDN Angkatan XXVI: Mendorong Pemulihan dan Inovasi Tata Kelola Pasca Tsunami Pandeglang

Sebanyak 648 Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXVI Tahun Akademik 2018/2019 diterjunkan langsung ke wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Para calon pamong praja yang terdiri atas 406 praja putra dan 242 praja putri tersebut melakoni agenda strategis berupa kegiatan Bhakti Karya Praja (BKP) dan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta). Terobosan pengabdian ini difokuskan di kawasan pesisir yang menjadi wilayah terdampak parah akibat bencana tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu.

Penempatan ratusan praja tingkat akhir ini menjadi manifestasi nyata sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pandeglang dengan lembaga pendidikan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri. Langkah ini diambil guna mengakselerasi pemulihan penyelenggaraan pemerintahan desa, penataan administrasi, serta pendampingan masyarakat di zona bencana.

Ruang Lingkup dan Bidang Pengabdian Praja Utama

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPDN, Hyronimus Rowa, menjelaskan bahwa pengerahan Praja Utama ke daerah terdampak bencana bukan sekadar pemenuhan kurikulum akademik formal. Lebih dari itu, keberadaan praja dirancang untuk menyentuh langsung aspek teknis tata kelola pemerintahan lokal dan pemberdayaan sosial ekonomi warga yang sedang bangkit dari pemulihan bencana.

Para praja disebar secara terstruktur mencakup 9 kecamatan, 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pandeglang, serta 27 desa sasaran. Bidang kerja yang digarap meliputi pembenahan administrasi kependudukan yang sempat terkendala pascabencana, penguatan sistem administrasi perkantoran desa, pendampingan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, hingga edukasi penanggulangan dan mitigasi bencana berbasis komunitas.

"Praja Utama yang kami terjunkan mencakup bidang administrasi kependudukan, pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan, pendampingan BumDes, administrasi perkantoran, hingga penanggulangan dan mitigasi bencana. Harapan kami kehadiran praja mampu memberikan gagasan baru dan inovasi nyata dalam tata kelola pemerintahan."
— Hyronimus Rowa (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPDN)

📌 Ringkasan Program Bhakti Karya Praja IPDN XXVI

  • Total Peserta: 648 Praja Utama (406 Putra & 242 Putri).
  • Lokasi Sebaran: 9 Kecamatan, 8 OPD, dan 27 Desa di Kabupaten Pandeglang.
  • Fokus Program: Tertib administrasi kependudukan, pemulihan BUMDes, mitigasi bencana, serta pelayanan publik pascatsunami.
  • Program Unggulan Tambahan: Pembangunan perpustakaan desa dan penggalangan literasi bersama Purna Praja Banten.

Inovasi Literasi: Membangun Perpustakaan Desa Bersama Purna Praja

Di samping menjalankan tugas asistensi administrasi pemerintahan, para Praja Utama IPDN meluncurkan program sosial bernilai jangka panjang, yaitu pendirian dan penguatan perpustakaan desa. Inisiatif literasi ini dihadirkan sebagai wadah edukasi sekaligus trauma healing bagi anak-anak dan warga di kawasan pascabencana.

Guna merealisasikan target ketersediaan bahan bacaan yang memadai, para praja menggalang aksi kepedulian secara proaktif. Mereka membangun komunikasi dan pendekatan, baik secara kedinasan maupun hubungan kekeluargaan, kepada para alumni Purna Praja IPDN yang bertugas di wilayah Provinsi Banten. Gerakan ini bertujuan mengumpulkan sebanyak mungkin donasi buku-buku berkualitas yang relevan bagi pemuda dan masyarakat desa.

Dukungan dari jaringan Purna Praja di Banten terbukti memberikan suntikan semangat bagi keberlanjutan program literasi tersebut. Koleksi buku yang terkumpul mencakup buku bacaan anak, panduan ketrampilan wirausaha, ilmu pengetahuan umum, hingga materi edukasi kebencanaan.

Sinergi Kedinasan untuk Pemulihan Wilayah Bencana

Kehadiran 648 calon birokrat muda di tengah masyarakat Pandeglang membawa dampak positif bagi efektivitas pelayanan publik di tingkat tapak. Aparatur desa yang sebelumnya mengalami keterbatasan sumber daya pascatragedi tsunami merasa terbantu oleh hadirnya praja yang menguasai konsep-konsep tata kelola pemerintahan modern.

Melalui BKP dan Kukerta ini, Praja Utama IPDN tidak hanya mengasah kompetensi kepemimpinan dan kepekaan sosial mereka sebelum dilantik menjadi Pamong Praja, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pemulihan roda pemerintahan daerah pascabencana.

Pengabdian Tanpa Henti Pamong Praja

Integrasi antara keilmuan pamong praja, empati sosial, dan dukungan alumni menjadi modal utama mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang responsif serta tangguh bencana.

Kesimpulan

Pelaksanaan Bhakti Karya Praja dan Kukerta Praja Utama IPDN Angkatan XXVI di Kabupaten Pandeglang membuktikan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan kedinasan dan pemerintah daerah. Gagasan, inovasi administrasi, serta gerakan literasi desa yang ditanamkan para praja menjadi pilar penting dalam memulihkan semangat dan tata kelola publik pascabencana tsunami Selat Sunda.

Artikel Terkait
Dokumentasi & Laporan Kedinasan IPDN  ·  Massaputro Delly TP  ·  www.massaputrodellytp.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar