Cegah Radikalisme dan NII, Kesbangpol Banten Gelar Rakor Wawasan Kebangsaan di Tangerang

Cegah Radikalisme dan NII, Kesbangpol Banten Gelar Rakor Wawasan Kebangsaan di Tangerang

Wawasan Kebangsaan & Keamanan  ·  Provinsi Banten

Cegah Penyimpangan Paham Radikalisme dan NII, Kesbangpol Banten Gelar Sosialisasi di Tangerang

TANGERANG — Kamis, 5 Juli 2012. Upaya antisipasi dini terhadap ancaman disintegrasi bangsa terus digencarkan oleh pemerintah daerah. Guna mencegah terjadinya penyimpangan aliran keagamaan serta penyebaran paham radikal Negara Islam Indonesia (NII), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Wawasan Kebangsaan yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Jiwasraya, Cikokol, Kota Tangerang.

Sinergi Lintas Elemen Menangkal Radikalisme

Acara penting ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang merepresentasikan berbagai elemen strategis masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mahasiswa, hingga pelajar se-wilayah Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, Kesbangpol Banten menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Nasir Abas—mantan pengurus Jamaah Islamiyah (JI) yang kini aktif mengampanyekan perdamaian dan wawasan kebangsaan—serta Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Ubaidilah AS. Kehadiran para narasumber memberikan pencerahan langsung mengenai modus operandi serta bahaya laten penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

"Dengan rapat koordinasi ini, diharapkan semua lapisan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta mempertahankan dan memperkokoh kesatuan bangsa dari ancaman radikalisme."

Tangerang sebagai Titik Rawan Pintu Masuk Pergerakan Radikal

Ubaidilah AS menegaskan bahwa apabila pencegahan tidak dilakukan sedini mungkin, dikhawatirkan penyebaran paham serta aliran menyimpang akan semakin marak di Provinsi Banten. Terlebih lagi, wilayah Tangerang memegang posisi strategis sebagai gerbang utama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terhubung langsung dengan lalu lintas global dan mobilitas penduduk yang tinggi. Hal ini membuat wilayah Tangerang cukup rentan terhadap penetrasi paham radikal yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

"Kami selaku aparat pemerintah, bekerja sama dengan aparat keamanan yang tergabung dalam Satgas Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Provinsi Banten, memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk mensosialisasikan wawasan kebangsaan ini," tutur Ubaidilah.

🛡️ Unsur Satgas Pembinaan Kesadaran Berbangsa

  • Pemerintah Daerah: Badan Kesbangpol Provinsi Banten dan instansi terkait.
  • Unsur Keagamaan: Para ulama dan tokoh agama setempat.
  • Aparat Keamanan: Kepolisian (Polri) dan jajaran Kodim.
  • Masyarakat Sipil: Tokoh pemuda, mahasiswa, pelajar, dan elemen ormas.

Pandangan Tokoh Masyarakat dan Peran Strategis Daerah

Senada dengan hal tersebut, Ketua Mathla'ul Anwar Provinsi Banten, KH. Zaenal Abidin Sujai, yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa penyebaran NII maupun aliran radikal lainnya di Banten, khususnya di kawasan Tangerang, tidak boleh dianggap remeh. Menggingat wilayah ini menjadi magnet bagi kaum urban dan kota penyangga ibukota, pengontrolan terhadap pergerakan organisasi terselubung tentu menghadapi tantangan tersendiri.

"Pemerintah maupun masyarakat tentunya perlu waspada terhadap perkembangan NII dan aliran serta paham lain di Tangerang ini. Karena keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta kedekatan dengan Ibukota Jakarta akan semakin memudahkan penyebaran organisasi yang mengarah kepada tindakan radikalisme ini," ungkap Zaenal Abidin.

Ia juga menekankan bahwa untuk menangkal ancaman tersebut, seluruh unsur—baik pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat—harus bahu-membahu menyebarluaskan informasi mengenai bahaya radikalisme demi menjaga keutuhan NKRI.

Kesimpulan dan Call to Action

Rapat koordinasi penguatan wawasan kebangsaan di Cikokol Tangerang ini menjadi bukti nyata komitmen Kesbangpol Banten dalam membentengi masyarakat dari rongrongan paham radikal dan separatis. Penjagaan kedaulatan NKRI memerlukan partisipasi aktif dan kewaspadaan dari setiap warga negara.

Mari terus perkuat persatuan dan kesatuan bangsa dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar. Bagikan artikel ini kepada kerabat Anda atau tinggalkan komentar di bawah untuk berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian di Banten!

Sumber Berita: TangerangNews.com  ·  Diedit dan Dioptimalkan oleh Massaputro Delly TP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar