Resimen Mahasiswa · Seminar Kebangsaan · Pendidikan Pesantren
Seminar Kebangsaan Menwa STKIP Setia Budhi dan STPDN Rangkasbitung: Membangun Kader Berwawasan Global
20 Desember 2019 · Massaputro Delly TP
Pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, dan penguasaan teknologi informasi merupakan tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh generasi muda Indonesia dalam menyongsong masa depan bangsa yang kompetitif. Penanaman nilai-nilai tersebut tidak hanya eksklusif di ruang-ruang kuliah perguruan tinggi umum, tetapi juga merambah ke institusi pendidikan berbasis keagamaan dan pondok pesantren. Sebagai wujud nyata sinergi intelektual dan kepemudaan, Satuan Resimen Mahasiswa (Menwa) STKIP Setia Budhi Rangkasbitung bersama Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im (STPDN) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Kebangsaan yang sarat makna. Artikel ini mengulas secara komprehensif rangkaian acara, pemikiran para narasumber, serta urgensi pembentukan kader bangsa yang berwawasan global di era digital.
Kolaborasi Strategis Antar-Institusi Pendidikan di Rangkasbitung
Bertempat di Aula Pesantren Darunnaim Rangkasbitung pada hari Jumat, 20 Desember 2019, gelaran Seminar Kebangsaan ini mengangkat tema utama yang sangat relevan dengan tantangan zaman: "Membangun Kader Berwawasan Global Mewujudkan Kepemimpinan Masa Depan". Acara ini terselenggara berkat kerja sama kolaboratif antara Unit Kegiatan Mahasiswa Resimen Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung dan pihak civitas akademika Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im Rangkasbitung Lebak Banten.
Dukungan penuh yang diberikan oleh pimpinan pondok pesantren serta jajaran pengelola perguruan tinggi menunjukkan bahwa sinergi antara tradisi keilmuan pesantren dan kedisiplinan organisasi kemahasiswaan mampu menciptakan ruang diskursus yang produktif bagi para mahasiswa dan santri. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im (STPDN), Eka Wahyu Trenggana, M.Pd., yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh ratusan peserta yang memenuhi aula.
Apresiasi dan Pesan Kepemimpinan dari Pimpinan STPDN
Dalam sambutan pembukaannya, Eka Wahyu Trenggana menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya seminar kebangsaan tersebut di lingkungan pesantren. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas cakrawala berpikir generasi muda agar tidak terkungkung oleh batas-batas lokal, melainkan siap bersaing di kancah internasional tanpa kehilangan akar kepribadian bangsa.
"Saya sangat mengapresiasi acara ini digelar di Pesantren ini, dan mudah-mudahan acara ini bisa menjadi rangsangan bagi para peserta untuk menyiapkan diri sebagai kader penerus bangsa yang berwawasan global," ujar Eka Wahyu di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa para mahasiswa dan santri yang hadir dalam forum tersebut adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan nasional di masa depan. Oleh karena itu, penguatan mental, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan mutlak diperlukan sejak dini agar mereka siap mengemban tanggung jawab besar dalam memajukan peradaban bangsa.
Urgensi Literasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0
Sebagai narasumber utama dalam seminar tersebut, Kepala Staf Resimen Mahasiswa Mahabanten, Massaputro Delly TP, memaparkan materi strategis mengenai tantangan dan peluang generasi muda dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya bagi kaum intelektual muda, mahasiswa, dan santri untuk tanggap serta melek terhadap perkembangan teknologi informasi yang bergerak sangat masif.
Di era digital saat ini, penguasaan terhadap teknologi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut harus diiringi dengan filter moral dan kecerdasan literasi digital yang memadai agar tidak terjebak dalam disinformasi.
"Di era revolusi industri 4.0 saat ini, generasi muda harus mengerti dan menguasai teknologi informasi. Jangan gagap dan apatis terhadap perkembangan yang ada. Kuasai dan gunakan secara bijak. Jangan mudah termakan hoaks; teliti, saring, dan cek kebenaran sumber informasi tersebut sebelum menyebarkannya," tegas Massaputro Delly TP di hadapan para peserta seminar.
Menangkal Hoaks dan Membangun Ketahanan Informasi
Pesan yang disampaikan oleh Kepala Staf Menwa Mahabanten tersebut memberikan pencerahan penting bagi para peserta mengenai bahaya laten arus informasi bebas di media sosial, di mana berita bohong (*hoax*) kerap disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan bangsa. Sebagai kader-kader muda yang berwawasan kebangsaan dan berjiwa bela negara, mahasiswa dan santri dituntut untuk menjadi agen literasi yang cerdas di tengah masyarakat.
Ketahanan informasi ini menjadi benteng pertahanan non-militer yang krusial dalam menjaga stabilitas nasional, di mana kesadaran kritis terhadap setiap informasi yang diterima harus selalu dikedepankan sebelum mengambil sikap atau tindakan publik.
Kesimpulan
Seminar Kebangsaan yang diinisiasi oleh Satuan Menwa STKIP Setia Budhi dan Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im Rangkasbitung membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia kampus dan pesantren merupakan formula yang sangat efektif dalam mencetak kader pemimpin masa depan yang religius, nasionalis, dan melek teknologi.
Bagaimana pandangan Anda mengenai pentingnya integrasi wawasan global dan literasi digital bagi kalangan santri dan mahasiswa di era modern ini? Sampaikan komentar, pandangan, serta tanggapan konstruktif Anda di kolom di bawah ini, dan jangan lupa untuk membagikan artikel inspiratif ini kepada rekan-rekan Anda!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar