Resimen Mahasiswa · Pendidikan Kader · Pra Diksar 2020
Resimen Mahasiswa Mahabanten Gelar Pra Pendidikan Dasar Tahun 2020 di Tengah Pandemi COVID-19
15 November 2020 · Massaputro Delly TP
Pembangunan karakter kebangsaan dan penanaman jiwa bela negara di lingkungan perguruan tinggi merupakan pilar krusial dalam memperkuat ketahanan nasional. Komando Resimen Mahasiswa Mahabanten kembali meneguhkan komitmennya dalam menyiapkan kader-kader muda yang tangguh, disiplin, dan berdedikasi tinggi melalui penyelenggaraan agenda tahunan organisasi. Sesuai dengan program kerja terpadu Komando Menwa (Komenwa) Mahabanten, pada tahun 2020 telah sukses digelar kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (Pra Pendidikan Dasar) Resimen Mahasiswa Mahabanten Tahun 2020. Kegiatan strategis ini merupakan tahapan awal dan prasyarat wajib dalam proses rekrutmen serta pembentukan anggota baru Resimen Mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang tersebar di wilayah Provinsi Banten. Artikel ini mengupas secara komprehensif latar belakang pelaksanaan, dinamika di tengah situasi pandemik, komposisi peserta, materi kurikulum kepelatihan, hingga arti penting pembinaan mental ideologi bagi generasi muda.
Makna Strategis Pembinaan Bela Negara di Kalangan Mahasiswa
Pelaksanaan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara atau yang lebih dikenal sebagai Pra Pendidikan Dasar (Pra Diksar) Resimen Mahasiswa Mahabanten Tahun 2020 tidak sekadar dimaknai sebagai rutinitas administratif organisasi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari upaya pembinaan generasi penerus bangsa yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui wadah Resimen Mahasiswa Indonesia, para mahasiswa ditempa untuk memiliki kesadaran kolektif bahwa pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi militer formal, tetapi juga melibatkan seluruh komponen bangsa, termasuk kaum intelektual di kampus.
Di tengah kompleksitas tantangan zaman, arus globalisasi, serta potensi ancaman terhadap ideologi Pancasila, keberadaan Resimen Mahasiswa dituntut untuk terus melahirkan kader-kader yang memiliki integritas moral, ketahanan mental, serta kedisiplinan prima. Pembinaan watak melalui disiplin keprajuritan membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang tangguh secara fisik maupun mental, siap menghadapi berbagai situasi krisis, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap dinamika kehidupan masyarakat di daerah.
Komposisi Peserta dan Tantangan Penyelenggaraan di Tengah Pandemi COVID-19
Pelaksanaan Pra Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa Mahabanten pada tahun 2020 ini memiliki dinamika tersendiri karena diselenggarakan di tengah situasi darurat kesehatan global akibat wabah pandemi COVID-19. Kendati demikian, semangat dan antusiasme mahasiswa untuk bergabung ke dalam satuan Menwa tetap tinggi. Gelaran pendidikan ini tercatat diikuti oleh 32 orang Calon Anggota Menwa (Camen) yang lolos seleksi awal dari berbagai perguruan tinggi di Banten.
Berdasarkan rekapitulasi data kepesertaan, ke-32 calon anggota tersebut berasal dari 5 (lima) Perguruan Tinggi (Perti) di Provinsi Banten, dengan rincian sebagai berikut:
- 15 orang dari Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB) Serang;
- 9 orang dari Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Serang;
- 2 orang dari Perguruan Tinggi Al-Khairiyah Cilegon;
- 3 orang dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Setia Budhi (STKIP SB) Rangkasbitung;
- 3 orang dari Sekolah Tinggi Pesantren Darun Naim (STPDN) Rangkasbitung.
Sebenarnya, jumlah mahasiswa yang mendaftarkan diri dan berniat mengikuti rangkaian pendidikan ini jauh melebihi angka 32 orang. Namun, sehubungan dengan masih berlangsungnya masa pembatasan akibat pandemi COVID-19 di mana seluruh perguruan tinggi menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (online), para mahasiswa sebagian besar tidak berada di area kampus. Banyak pendaftar yang terpaksa tidak dapat mengikuti kegiatan karena terkendala domisili asal yang berada di luar wilayah Provinsi Banten, sehingga tidak memungkinkan untuk hadir secara fisik di lokasi karantina.
Lokasi Penyelenggaraan dan Rangkaian Acara Karantina
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pembinaan berjalan tertib, terarah, dan memenuhi standar operasional pelatihan, kegiatan Pra Pendidikan Dasar ini dipusatkan di Pondok Pesantren Ardaniah, Kota Serang. Pemilihan lokasi pesantren ini dinilai sangat representatif karena menyediakan fasilitas yang memadai untuk penampungan peserta sekaligus mendukung pembentukan kedisiplinan dan tata tertib kehidupan sehari-hari.
Pendidikan diselenggarakan secara intensif selama 4 (empat) hari penuh. Rangkaian kegiatan dimulai pada hari Kamis, 12 November 2020, di mana para peserta mulai memasuki area karantina pada sore hari. Agenda di hari pertama difokuskan pada proses registrasi ulang, pemeriksaan kesehatan awal, pembagian perlengkapan, serta penataan sarana dan prasarana pendukung yang akan digunakan selama masa pendidikan berlangsung.
Keesokan harinya, tepat pada hari Jumat, 13 November 2020, Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (Pra Pendidikan Dasar) Resimen Mahasiswa Mahabanten Tahun 2020 secara resmi dibuka dalam sebuah upacara pembukaan khidmat. Bertindak selaku pembina upacara dan membuka kegiatan secara resmi adalah Komandan Resimen Mahasiswa Mahabanten, Nana Sukmana Kusuma, ATA., SE., MM., yang didampingi oleh jajaran pengurus Komando Resimen serta para pelatih dan pengasuh.
Kurikulum Materi: Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan, dan Peraturan Militer Dasar
Selama masa karantina dan pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan yang dirancang secara sistematis untuk membangun kapasitas mental, fisik, dan intelektual. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek kemenwaan dan bela negara semata, tetapi juga mencakup penguatan wawasan kebangsaan serta prinsip-prinsip kepemimpinan lapangan yang handal.
Para calon anggota diberikan pembekalan mendalam mengenai sejarah perjuangan bangsa, nilai-nilai dasar Pancasila, UUD 1945, serta arti penting menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai bentuk ancaman disintegrasi. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi pengenalan Peraturan Militer Dasar (Permildas) yang meliputi kedisiplinan baris-berbaris, tata cara penghormatan militer, pembentukan postur kepribadian yang tegas, serta manajemen kepemimpinan tingkat dasar yang aplikatif dalam kehidupan organisasi kemahasiswaan.
Penerapan Ketat Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19
Mengingat kegiatan ini melibatkan pengumpulan peserta dari berbagai daerah di tengah situasi pandemi yang masih aktif, panitia penyelenggara dan jajaran Komando Resimen Mahasiswa Mahabanten menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara sangat ketat. Seluruh peserta, pelatih, dan panitia wajib melalui pemeriksaan kesehatan awal, menjaga jarak fisik selama beraktivitas, menggunakan masker atau pelindung wajah pada sesi-sesi tertentu, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan yang disediakan di berbagai titik lokasi karantina.
Penerapan disiplin protokol kesehatan ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh peserta dari risiko penularan virus, tetapi juga menjadi sarana edukasi praktis bagi para calon anggota Menwa untuk menjadi teladan (*agent of change*) di lingkungan kampus dan masyarakat dalam mematuhi kebijakan penanganan pandemi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Penutupan Resmi dan Evaluasi Pelatihan
Setelah melalui serangkaian agenda penggemblengan fisik, mental, dan intelektual selama empat hari penuh, seluruh rangkaian kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (Pra Pendidikan Dasar) Resimen Mahasiswa Mahabanten Tahun 2020 akhirnya ditutup secara resmi pada hari Minggu, 15 November 2020. Upacara penutupan menandai berakhirnya masa karantina tahap awal bagi ke-32 calon anggota, yang selanjutnya bersiap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar lanjutan (*Diksar*) guna memperoleh keabsahan penuh sebagai anggota resmi Resimen Mahasiswa Mahabanten.
Pelaksanaan Pra Diksar tahun 2020 ini membuktikan bahwa dedikasi dan komitmen kebangsaan tidak surut oleh batasan situasi krisis apapun. Resimen Mahasiswa Mahabanten terus membuktikan eksistensinya sebagai kawah candradimuka pembinaan generasi muda yang patriotik, disiplin, dan siap mengabdi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Kesimpulan
Penyelenggaraan Pra Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa Mahabanten Tahun 2020 di Pondok Pesantren Ardaniah Kota Serang merupakan tonggak penting dalam kesinambungan regenerasi organisasi kepemudaan dan pertahanan di perguruan tinggi. Di tengah tantangan pandemi, komitmen membentuk kader bela negara yang tangguh tetap dapat diwujudkan melalui disiplin organisasi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Bagaimana pandangan dan tanggapan Anda mengenai pentingnya adaptasi kegiatan pembinaan organisasi kemahasiswaan dan bela negara di masa krisis kesehatan? Sampaikan pendapat, komentar, serta pandangan konstruktif Anda pada kolom komentar di bawah ini, dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada rekan-rekan Anda!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar