Resimen Mahasiswa · Tradisi Organisasi · Ngupi Komando
Ngupi Komando: Nongkrong Ala Skomen Mahabanten untuk Merumuskan Strategi Organisasi
28 Agustus 2020 · Massaputro Delly TP
Dinamika berorganisasi di lingkungan kepemudaan dan pertahanan sipil sering kali diidentikkan dengan suasana kaku, protokoler ketat, serta ruang rapat ber-AC yang penuh dengan formalitas birokratis. Namun, hal tersebut tidak berlaku sepenuhnya bagi Staf Komando Resimen Mahasiswa (Mahabanten) Provinsi Banten. Dalam merumuskan berbagai rancangan program kerja, mengevaluasi kegiatan strategis, maupun sekadar merawat tali silaturahim antar-pengurus, jajaran pimpinan Skomenwa Mahabanten memiliki tradisi khas yang memadukan keakraban informal dengan ketajaman substansi pemikiran, yang populer di kalangan internal dengan sebutan "Ngupi Komando". Artikel ini mengupas filosofi di balik tradisi unik tersebut serta hasil rumusan strategis dalam menghadapi tantangan organisasi di masa pandemi.
Filosofi "Ngupi Komando": Santai tapi Serius
Tradisi "Ngupi Komando" telah lama mendarah daging dan menjadi bagian integral dari kultur kepemimpinan di tubuh Resimen Mahasiswa Mahabanten. Kegiatan ini dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja, baik di ruang-ruang resmi seperti ruang rapat komando, maupun di fasilitas publik yang lebih santai seperti kafe, rumah makan tradisional, kedai kopi lokal, hingga tempat-tempat nongkrong kasual lainnya.
Esensi utama dari tradisi ini adalah mencairkan kebekuan komunikasi hierarkis tanpa menghilangkan rasa hormat dan disiplin militer yang menjadi ciri khas Menwa. Di atas secangkir kopi hangat, gagasan-gagasan besar justru kerap lahir mengalir tanpa hambatan psikologis, memungkinkan setiap pengurus menyampaikan pandangan kritis, ide kreatif, serta solusi taktis secara terbuka dan konstruktif.
Pertemuan Strategis di Kedai Kopi Om Bewok Serang
Tradisi tersebut kembali diwujudkan dalam pertemuan penting yang dihelat pada hari Jumat, 28 Agustus 2020. Bertempat di Kedai Kopi Om Bewok yang beralamat di Jalan Empat Lima, Kota Serang, Banten, tiga petinggi utama Skomenwa Mahabanten berkumpul dalam suasana penuh keakraban. Mereka adalah Wakil Komandan (Menwa) Mahabanten Hasan Basri, Kepala Staf Skomenwa Massaputro Delly TP, serta Asisten Intelijen Skomenwa Irawan.
Pertemuan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 17.00 WIB tersebut difokuskan secara khusus untuk membedah dan merumuskan langkah-langkah taktis dalam rangka menghadapi agenda besar organisasi menjelang akhir tahun 2020, utamanya terkait persiapan pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Menwa Mahabanten.
Tantangan Penyelenggaraan Diklatsar di Tengah Pandemi COVID-19
Agenda utama yang menjadi bahan perbincangan hangat dalam "Ngupi Komando" sore itu adalah tantangan pelaksanaan Diklatsar Menwa Mahabanten Tahun 2020. Di tengah situasi krisis kesehatan global akibat wabah pandemi virus corona atau COVID-19, penyelenggaraan pelatihan fisik dan mental berskala besar tidak dapat dilakukan dengan cara-cara konvensional biasa.
Dibutuhkan kehati-hatian ekstra, kajian mendalam, serta langkah-langkah koordinasi lintas sektoral yang intensif dengan berbagai instansi pembina dan pemangku kepentingan. Para pimpinan Skomenwa menyadari bahwa keberlangsungan proses kaderisasi di perguruan tinggi harus tetap berjalan demi menjaga regenerasi kepemimpinan, namun keselamatan dan kesehatan para peserta serta pelatih merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh diabaikan.
Hasil Rumusan Strategis dan Rencana Tindak Lanjut
Setelah melalui diskusi panjang yang mendalam diiringi secangkir kopi, pertemuan informal tersebut berhasil merumuskan beberapa poin kesimpulan strategis yang dibagi ke dalam tiga kerangka utama:
-
Langkah Strategis Persiapan Diklatsar:
- Mengagendakan audiensi resmi dengan Kepala Kantor Perwakilan (Kanwil) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Provinsi Banten guna mengoordinasikan pelaksanaan giat Diklatsar sekaligus menjajaki bentuk dukungan institusional yang dapat diberikan.
- Melaksanakan audiensi dengan Komandan Resort Militer (Danrem) 064/Maulana Yusuf Banten untuk meminta petunjuk dan arahan terkait izin operasional penyelenggaraan pelatihan di tengah situasi pembatasan pandemi COVID-19.
-
Protokol Operasional Pelaksanaan Diklatsar 2020:
- Memohon arahan dari Danrem 064/MY mengenai penentuan lokasi pelatihan yang representatif dan steril, apakah dimungkinkan bertempat di Markas Batalyon Infanteri 320/Badak Putih Pandeglang atau fasilitas militer lain yang ditunjuk.
- Membentuk Satuan Tugas (Satgas) Diklatsar Menwa Mahabanten Tahun 2020 secara profesional.
- Mempersiapkan pengumuman pendaftaran calon anggota baru dengan berkoordinasi secara aktif bersama pihak Rektorat dan pimpinan perguruan tinggi guna memperoleh izin resmi kegiatan.
- Menjalin komunikasi persuasif kepada para Rektor atau Ketua perguruan tinggi di Banten yang belum memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Menwa, baik melalui surat resmi maupun audiensi tatap muka langsung apabila situasi memungkinkan.
-
Linimasa (*Timeline*) Persiapan:
- Minggu Pertama September 2020: Pelaksanaan audiensi dengan Kakanwil Kemhan Provinsi Banten.
- Minggu Kedua September 2020: Pelaksanaan audiensi dengan Danrem 064/MY.
- Minggu Ketiga & Keempat September 2020: Publikasi pengumuman pendaftaran dan koordinasi intensif dengan jajaran pimpinan perguruan tinggi.
- Awal Oktober 2020: Eksekusi pelaksanaan Diklatsar di lapangan.
Seluruh rumusan hasil pertemuan di Kedai Kopi Om Bewok tersebut langsung disepakati untuk ditindaklanjuti secara bersama-sama dan simultan. Koordinasi lanjutan segera dijalin dengan melibatkan para Asisten Skomenwa, para Komandan Batalyon, hingga komandan satuan Resimen Mahasiswa yang berpangkalan di masing-masing kampus perguruan tinggi di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Kesimpulan
Tradisi "Ngupi Komando" membuktikan bahwa koordinasi organisasi tidak harus selalu berjalan kaku di dalam ruangan tertutup. Melalui pendekatan dialogis yang cair namun sarat makna, Staf Komando Resimen Mahasiswa Mahabanten mampu merumuskan langkah-langkah taktis yang solutif dan terstruktur, bahkan di tengah tantangan masa krisis pandemi.
Bagaimana pandangan Anda mengenai efektivitas pendekatan komunikasi informal dalam merumuskan kebijakan organisasi kepemudaan? Sampaikan komentar, pandangan, serta tanggapan konstruktif Anda di kolom di bawah ini, dan jangan lupa untuk membagikan artikel inspiratif ini kepada rekan-rekan Anda!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar